Skip to main content

Posts

Showing posts with the label book

Book Review: Entrok by Okky Madasari

Halo! Di postingan kali ini, aku bakalan ngebahas sebuah buku hasil perburuan aku di harbolnas kemarin! Huehehe. Karya dari penulis favorit aku, Okky Madasari, Entrok.

Review: O by Eka Kurniawan

Judul: O Penulis: Eka Kurniawan Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2016 Jumlah halaman: 470 halaman. Blurb: Tentang seekor monyet yang ingin menikah dengan Kaisar Dangdut. Plot:  Bercerita tentang Entang Kosasih, seekor monyet jantan yang percaya akan kata-kata leluhurnya, Armogundul, bahwa seekor monyet bisa berubah menjadi manusia jika ia berperilaku mirip manusia. Rasa percaya itulah yang menjadi awal mula revolver Sobar, seorang polisi yang sedang ditugaskan berjaga di Rawakalong, berpindah ke tangan seekor monyet jantan. O yang memandang Entang Kosasih, sang pacar, dari jauh menatap Entang Kosasih dengan penuh kecemasan. Dan... DOR!  peluru yang dilepaskan Sobar tepat menyasar si monyet jantan. Detik itu juga, O yakin, kekasihya telah berubah menjadi seorang manusia.  Thoughts: Lega, adalah satu kata yang bisa mewakilkan perasaan saya setelah menamatkan 470 halaman buku Eka Kurniawan yang satu ini. Bagaimana t...

Review: Critical Eleven by Ika Natassa

   Judul: Critical Eleven Penulis: Ika Natassa Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Halaman: 344 halaman Tahun terbit: 2015   Blurb: Dalam dunia penerbangan, dikenal istilah critical eleven , sebelas menit paling kritis di dalam pesawat—tiga menit setelah take off dan delapan menit sebelum landing— karena secara statistik delapan puluh persen kecelakaan pesawat umumnya  terjadi dalam rentang waktu sebelas menit itu. It's when the aircraft is most vulnerable to any danger. In a way, it's kinda the same with meeting people. Tiga menit pertama kritis sifatnya karena saat itulah kesan pertama terbentuk, lalu ada delapan menit sebelum berpisah—delapan menit ketika senyum, tindak tanduk, dan ekspresi wajah orang tersebut jelas bercerita apakah itu akan jadi awal sesuatu ataukah justru menjadi perpisahan. Ale dan Anya pertama kali bertemu dalam penerbangan Jakarta-Sydney.  Tiga menit perta...

Review: When Love is Not Enough by Ika Vihara

Judul: When Love is Not Enough Penulis: Ika Vihara Penerbit: Elex Media Komputindo Halaman: 270 halaman Tahun terbit: 2017 Blurb: Awalnya Lilja Hendrietta Moller berpikir menikah dengan sahabatnya, Linus Zainulin, dan tinggal bersamanya di Munchen, akan menjadi sebuah pernikahan yang sempurna. Tidak ada yang salah dengan pernikahan mereka. Karena Linus dan Lily bisa sama-sama melakukan apa yang mereka suka. Tapi semua tidak sesempurna angan-angan Lily. Karier Linus sebagai pembuat kereta cepat yang semakin menanjak, ternyata malah menghancurkan gerbong kehidupan pernikahan mereka. Lily kehilangan laki-laki yang dia cintai. Ayah dari anaknya. Suaminya. Yang lebih buruk lagi, dia kehilangan sahabatnya. Sosok yang sudah bersamanya sejak dia dilahirkan. Lily kembali ke Indonesia, mencoba membangun kembali hidupnya, tanpa Linus bersamanya. Thoughts: Ini adalah karya pertama dari Ika Vihara yang aku baca. Dan ini adalah buku kedua dari Ika Vihara setelah se...

Review: Milea, Suara dari Dilan

Setelah hatam baca kedua seri buku Dilan ( Dia adalah Dilanku tahun 1990 dan Dia adalah Dilanku tahun 1991 ), akhirnya aku bisa baca buku ketiganya juga, Milea: Suara dari Dilan . Sebenarnya baca bukunya udah selesai dari dua bulan lalu, tapi baru inget kalau ini belum di review hehe. Buku ini adalah buku pertama yang aku baca di tahun 2017 dan membaca buku ini merupakan awal yang baik menurutku karena buku Pidi Baiq ini jadi buku yang aku favoritkan. Dengan penuh rasa penasaran akan apa yang bakal dikatakan Dilan di bukunya yang ini, aku pun membacanya dengan antusias dan buku ini selesai kubaca dalam semalam saja. Setelah nangis-nangis baper akibat baca Dilan yang kedua , aku ngerasa jadi kebal kalau misalkan harus nangis lagi baca buku yang ini, tapi ternyata aku gak sampai nangis baca buku ini. Hanya saja, nyesek! Hati aku beneran terenyuh baca ceritanya, aku bisa mengatakan kalau cerita Dilan dan Milea ini jadi cerita romance favoritku! Berhubung buku ini dikisahkan da...

Review: The Secret Life of Bees by Sue Monk Kidd

Blurb "The bees came in the summer of 1964, the summer I turned fourteen and my life went spinning off into a whole new orbit, and I mean whole new orbit." Living on a peach farm in South Carolina with her harsh, unyielding father, Lily Owens has shaped her entire life around one devastating, blurred memory the afternoon her mother was killed, when Lily was four. Since then, her only real companion has been the fiercehearted,  and sometimes just fierce, black woman, Rosaleen, who acts as her "stand-in mother." When Rosaleen insults three of the deepest racists in town, Lily knows it's time to spring them both free. They take off in the only direction Lily can think of, toward a town called Tiburon, South Carolina—a name she found on the back of a picture amid the few possessions left by her mother. There they are taken in by an eccentric trio of black beekeeping sisters named May, June, and August. Lily thinks of them as the calendar sisters and enters ...

Review: Eleanor & Park by Rainbow Rowell

Blurb: Two misfits. One extraordinary love. Eleanor… Red hair, wrong clothes. Standing behind him until he turns his head. Lying beside him until he wakes up. Making everyone else seem drabber and flatter and never good enough… Eleanor. Park… He knows she’ll love a song before he plays it for her. He laughs at her joke before she ever gets to the punch line. There’s a place on his chest, just below his throat, that makes her want to keep promises… Park. Set over the course of one school year, this is the story of two star-crossed-sixteen-year-olds – smart enough to know that first love almost never lasts, but brave and desperate enough to try. Mengisahkan seorang wanita berbadan besar, berambut merah, dengan gaya nyentrik nya bernama Eleanor yang harus hidup penuh penderitaan saat sang ibu bercerai dengan ayah kandungnya dan memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang pria temperamental bernama Richie, ia harus hidup serba kekurangan, apalagi karena ia memilik...

Review: Dilan, Dia adalah Dilanku tahun 1991

Judul: Dilan, Dia adalah Dilanku tahun 1991 Penulis: Pidi Baiq Penerbit: Pastel Books Halaman: 344 Tahun terbit: 2015 Blurb: "Jika aku berkata bahwa aku mencintainya, maka itu adalah sebuah pernyataan yang sudah cukup lengkap." ―Milea "Senakal-nakalnya anak geng motor, Lia, mereka shalat pada waktu ujian praktek Agama." ―Dilan Thoughts:  S etelah dibuat jatuh cinta sama sosok Dilan di buku pertama Dilan karya Pidi Baiq ini, akhir tahun 2015 lalu, saya akhirnya baca buku keduanya. Dia adalah Dilanku tahun 1991 ini adalah seri kedua atau lanjutan dari Dia adalah Dilanku tahun 1990. Saya baca buku keduanya ketika saat itu buku ketiganya udah muncul, tapi saya malah baru baca yang keduanya. Hahaha. Akhir dari buku pertamanya kan waktu Dilan sama Milea resmi pacaran, nah buku kedua ini mengisahkan cerita-cerita Dilan dan Milea setelah resmi berpacaran. Di awal-awal bab, kita masih disuguhi manis dan romantisnya sosok Di...

Review: Pulang by Leila S. Chudori

Blurb Paris, Mei 1968. Ketika gerakan mahasiswa berkecamuk di Paris, Dimas Suryo, seorang eksil politik Indonesia, bertemu Vivienne Deveraux, mahasiswa yang ikut demonstrasi melawan pemerintah Prancis. Pada saat yang sama, Dimas menerima kabar dari Jakarta: Hananto Prawiro, sahabatnya, ditangkap tentara dan dinyatakan tewas. Di tengah kesibukan mengelola Restoran Tanah Air di Paris, Dimas bersama tiga kawannya, Nugroho, Tjai, dan Risjaf -terus menerus dikerjar rasa bersalah karena kawan-kawannya di Indonesia dikejar, ditembak, atau menghilang begitu saja dalam perburuan peristiwa 30 September. Apalagi dia tak bisa melupakan Surti Anandari - Isteri Hananto – yang bersama ketiga anaknya berbulan-bulan diinterogasi tentara. Jakarta, Mei 1998. Lintang Utara, puteri Dimas dari perkawinan dengan Vivienne Deveraux, akhirnya berhasil memperoleh visa Indonesia untuk merekam pengalaman keluarga tragedi 30 September sebagai tugas akhir kuliahnya. Apa yang terkuak oleh Linta...

Review: Negeri 5 Menara by A. Fuadi

Buku ini adalah buku pertama dari sebuah trilogi yang ditulis Ahmad Fuadi. Diterbitkan pertama oleh Gramedia di tahun 2009, buku ini menjadi buku yang masuk deretan national best seller.  Berkisah tentang perjuangan Alif Fikri yang harus mengubur impiannya masuk SMA setamat menimba tiga tahun ilmu di sebuah Madrasah Tsanawiyah di daerah Maninjau, Sumatera Barat. Impiannya untuk menimba ilmu di SMA Bukittinggi, lalu berkuliah di ITB, dan terus ke Jerman seperti Pak Habibie pupus sudah setelah perbincangan dengan Amak di langkan rumah malam itu. Amak lebih ingin anak bujang nya itu masuk sekolah agama; tidak ke SMA seperti harapannya. Perintah Amak bukan sesuatu yang bisa di bantah. Tiga hari mogok bicara dan mengurung diri di kamar pun tak membuat keinginan Amak goyah. Dengan setengah hati, akhirnya Alif Fikri memutuskan melanjutkan sekolahnya ke sebuah pondok di Jawa Timur , Pondok Madani.  PM, sebuah tempat bersejarah di hidup seorang Alif Fikri; p...