Rabu, 08 Februari 2017

Review: Eleanor & Park by Rainbow Rowell

Blurb:

Two misfits.
One extraordinary love.

Eleanor… Red hair, wrong clothes. Standing behind him until he turns his head. Lying beside him until he wakes up. Making everyone else seem drabber and flatter and never good enough… Eleanor.
Park… He knows she’ll love a song before he plays it for her. He laughs at her joke before she ever gets to the punch line. There’s a place on his chest, just below his throat, that makes her want to keep promises… Park.

Set over the course of one school year, this is the story of two star-crossed-sixteen-year-olds – smart enough to know that first love almost never lasts, but brave and desperate enough to try.


Mengisahkan seorang wanita berbadan besar, berambut merah, dengan gaya nyentriknya bernama Eleanor yang harus hidup penuh penderitaan saat sang ibu bercerai dengan ayah kandungnya dan memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang pria temperamental bernama Richie, ia harus hidup serba kekurangan, apalagi karena ia memiliki banyak adik. Sosok Richie yang temperamental pun membuat Eleanor tidak nyaman berada di dalam rumah, baginya, rumah tak ubahnya seperti neraka ketika ada Richie. Hidupnya pun semakin menderita karena kerap kali ia menjadi bahan bully karena postur tubuhnya yang dianggap aneh dan berbeda dengan wanita-wanita di sekolahnya. Sampai suatu hari, di bus sekolah, ia bertemu seorang pria Asia yang ia kira akan sama seperti orang-orang di bus itu, membully dirinya. 

Park, nama pria itu, justru malah membuat Eleanor merasa nyaman. Berawal dari membaca bersama untuk menghindari kebosanan di dalam bus, lama kelamaan mereka merasa tertarik satu sama lain, mendengarkan lagu bersama, hingga Park menggenggam tangan Eleanor di dalam bus. Eleanor pun seperti mendapat rollercoaster baru dalam hidupnya. Kisah romansa cinta pertama yang seringkali Eleanor dengar ternyata berbeda dengan apa yang dialaminya. Eleanor yang besar dan berpenampilan aneh merasa dirinya tak pantas berdampingan bersama Park. Keluarga Eleanor yang semrawut pun sangat bertolak belakang dengan keluarga Park yang sangat harmonis, membuat Eleanor menjadi minder. 


Thoughts:

Setelah menahan rasa penasaran begitu lama akan novel karya Rainbow Rowell satu ini, akhirnya saya bertemu waktu yang tepat untuk membacanya. Ternyata novel ini memang benar-benar menarik. Cerita yang disuguhkan pun sangat seru. Konflik yang dihadirkan di novel ini pun walau ringan tapi tetap menarik, bagaimana Eleanor harus bertahan hidup di tengah-tengah keluarga yang tidak harmonis serta kisah cinta pertamanya yang penuh rintangan. Tapi ada juga beberapa part yang menunjukan how sweet they are! Membaca buku berdua dan membahasnya adalah kencan ala Eleanor dan Park bikin saya geregetan. Selain itu, penggunaan sudut pandang yang bergantian antara Eleanor dan Park pun sangat saya suka, jadi tau apa yang dirasakan Park dan Eleanor.

Entah kenapa, saya seperti memikirkan Kim Go Eun waktu main di Cheese in the Trap sebagai Eleanor haha mungkin karena rambutnya kali ya. 


Park di novel ini pun tidak digambarkan sebagai seorang yang maha sempurna, dia juga sama seperti remaja lain seusia teman-temannya. Bahkan, part disaat Park berantem sama temennya buat ngebela Eleanor juga menunjukan dia sama seperti anak remaja biasa yang masih labil dan emosian. Anyway, ini mengingatkan saya sama drama Korea The Heirs, waktu Kim Tan berantem sama Young Do. Hahaha.

Eleanor & Park ini jadi bacaan yang menyenangkan buat saya. Ah, ya satu lagi yang bikin saya jatuh cinta sama novel ini adalah banyaknya kalimat di novel ini yang quote-able, jadi saya suka hehe.

“Eleanor was right. She never looked nice. She looked like art, and art wasn’t supposed to look nice; it was supposed to make you feel something” - Park

Satu-satunya hal yang saya ngga suka dari novel ini adalah endingnya yang whaaaa! I don’t believe it. Ekspresi saya setelah menghabiskan buku ini pun be like ‘cuma segini aja, nih?’. Walaupun berakhir happy ending buat Eleanor karena dia aman dari Richie, tapi rasanya gak cukup gitu! Haha. Sekaligus rasa penasaran saya masih tersisa setelah membaca karya Rainbow Rowell satu ini, saya bertanya-tanya tiga kata terakhir apa yang dikirim Eleanor untuk Park lewat postcardnya. Apakah I Love You? Ah, gereget deh endingnya.


4/5 stars buat karya pertama Rainbow Rowell yang saya baca. Saya jadi ketagihan baca karya-karya Rainbow Rowell lainnya. Next, saya bakal baca Fangirl, Attachment, dan karya lainnya Rowell. Hihihi.

2 comment:

Ribka Larasati mengatakan...

suka banget sama kata-katanya si Park. Jadi meleleh..haha

Rhena Indria mengatakan...

Iya hahaha suka geregetan sendiri aku pun bacanya. :)