Kamis, 29 Desember 2016

Bye, 2016...

Time flies so fast...


Nggak kerasa ya, dalam hitungan hari, kita bakalan ninggalin tahun 2016 ini. 2016 ini apa ya? Tahun yang hmmm banget. Banyak banget loh kenangan yang aku laluin di tahun ini. Kamu juga kan? Hehehe.





Kalau tahun lalu menjadi tahun penuh keberuntungan buat aku; mulai dari lulus tes masuk kuliah, lulus beasiswa, dan banyak keberuntungan lainnya. Tahun ini justru adalah tahun yang sarat akan pelajaran buat aku, seolah Tuhan ngasih tau ini, itu, dan segala macam hal baru untuk dipelajarin.

Walaupun gak hadir dalam bentuk yang indah aja tapi pelajaran itu berguna banget buat aku. Tentunya, itu membuat aku mengerti dan membuat aku lebih kuat dari sebelumnya.

Di tahun ini, aku banyak melakukan sesuatu 'untuk pertama kali' nya, lho. Tentu, itu bikin aku excited, namanya juga pertama kali. Di tahun ini pun, aku jadi menyukai sesuatu yang aku gak suka sebelumnya; walaupun dengan keterpaksaan.

Tapi, satu yang aku sesali di tahun 2016 ini adalah aku nggak buat resolusi, entah karena apa ya waktu itu. Pokoknya gak bikin, jadi aku gatau goals apa yang udah berhasil aku capai dan belum.

Agak susah sih, mengingat satu persatu moment di tahun ini hahaha, mau aku tuliskan aja garis besarnya.

Awal tahun ini, aku dapet job jadi content writer buat website berita gitu. Lumayanlah ada tambahan uang saku. Ngambil uang ke ATM pun sekarang intensitasnya makin sering, gak cuma pas beasiswa cair aja. Hehe. Aku ngebut terus kerja, rasa-rasanya aku jarang tidur sebelum tengah malem, padahal besoknya ada kuliah. Ternyata, badan aku pun marah karena aku terlalu jahat.

Juni, menjelang ujian akhir semester genap lalu, aku sakit. Aku kira memang ini sakit biasa karena kecapean, tapi karena mau menjelang ujian akhir semester, aku tetep kuliah walaupun sakit.

Kalau melihat kebelakang, aku bersyukur Allah masih kasih aku keselamatan, aku bener-bener nekat ya, gimana kalau ada apa-apa di jalan coba. Temen-temenku pun nyaranin buat ambil day-off, tapi aku nekat. Hehe

Aku mulai heran, karena sampai mau libur pun masih sakit. Biasanya kalau aku sakit, tiga hari pun sembuh, tanpa ke dokter dan tanpa minum obat, lho! Iya, soalnya aku itu orang yang anti banget sama minum obat. Gak pernah seumur hidup, kalo sakit minum obat atau ke dokter. Ajaib memang.

Mama pun mulai khawatir dan bawa aku ke dokter. Tadaaa! Ini kali pertama menginjakan kaki di klinik sebagai pasien. Setelah ke dokter, ternyata dokter nyuruh buat di rujuk ke Rumah Sakit soalnya setelah sebulan pengobatan di klinik, keadaan aku gak membaik. Aku kagetlah. Emang seserius itu sakitnya ya? Takut banget.

Kemudian ke rumah sakit lah aku, waktu itu pun adalah pertama kalinya aku menginjakan kaki di rumah sakit. Bayangan rumah sakit yang menyeramkan di pikiran aku bikin mentalku ciut. Aku jadi sering nangis, merasa diri orang yang paling menyedihkan di dunia. Haha lebay ya. Padahal, di tempat itu, banyaaak banget orang sakit, artinya gak cuma aku sendiri kok yang sakit.

Aku pun harus jalanin 6 bulan pengobatan. Sampai tulisan ini di publikasikan, aku udah jalanin 4 bulan pengobatan. Yeay mau selesai!

Ngapain aja selama 6 bulan itu? Minum obat jadi kebiasaan rutin aku tiap hari. Sebelum ngampus, harus minum empat tablet obat yang ukurannya luar biasa. Bayangin, anak tengil yang dulunya berani minum syrup doang sekarang harus minum obat tiap hari, tiap pagi.

Awalnya harus sampe nangis dulu tiap minum obat, ngerengek-rengek. Tapi ini tuh harus dijalanin; mau gak mau, suka gak suka, aku gak bisa nawar. Dan ternyata aku bisa toh. Dulu aku selalu bilang gak bisa, padahal sebenernya aku bisa kok. Sekarang, karena itu udah jadi rutinitas, ya jadinya aku bisa. Karena bisa itu karena terbiasa, kan? :)

Ya, biarinlah gara-gara sakit ini, sisi positifnya aku jadi berani minum obat, kalo enggak ngalamin hal ini, mungkin seumur hidup, aku gak akan berani minum obat. Selain itu, aku juga jadi belajar untuk lebih menghargai tubuhku; aku bukan robot yang bisa maksa-maksa untuk selalu sehat, aku manusia biasa kok.

September 2016, aku diterima jadi pengajar di salah satu bimbingan belajar. Nggak nyangka. Sebenernya, aku apply nya waktu libur semester tiga bulan. Pas tiga bulan itu, aku nyari nyari kerja, walaupun dilarang mama soalnya kondisi aku yang masih belum sehat. Tiga bulan itu merasa nggak produktif. Cuma diem di rumah, istirahat, ya mungkin balas dendam sama capek yang kemarin-kemarin. Eh ternyata aku keterima buat ngajar di bimbel itu. Untungnya, semester ini, aku libur tiap Kamis, jadi ada waktu.

Aku jadi ngerasain gimana capenya nyari uang. Berdiri, ngomong, dan harus bikin anak-anak ngerti. Awalnya cuma punya lima murid, tapi sampai akhir semester ini, nambah jadi 12 murid. Aku jadi ngerasain kalo nyari uang itu susah tapi buangnya gampang banget.

Aku yang suka ngomong gelagapan di depan umum, mulai terbiasa lebih kalem nyampain materi ke anak-anak. Walaupun gajinya belum seberapa, tapi lumayan nambah-nambah uang saku. Bener-bener pengalaman berharga di tahun ini, semoga 2017 jam terbangnya makin tinggi. Aaamin.

Tahun ini juga, aku belajar membagi waktu; memprioritaskan mana yang lebih penting. Karena tahun ini aku masuk di himpunan dan UKM di kampus, waktuku jadi kebagi-bagi. Susah, apalagi karena jarak rumah dan kampusku jauh banget. Aku harus memilih mendengarkan ucapan mama supaya gak pulang terlalu malam atau ikut rapat atau kumpul acara himpunan yang biasanya sampai malam. Ketika ingin aktif di organisasi, ngurusin ini dan itu, tapi toh nyatanya aku gak sekuat itu. Itu pilihan. Sering debat pendapat sama mama gara-gara hal ini.
"Toh buat apa sertifikat itu numpuk banyak banyak, kalo orangnya gak sehat." 

Boleh dibilang, tahun ini adalah tahun yang mengesankan. Tahun dimana aku banyak belajar tentang kehidupan. Mungkin seperti di dramatisir? Tapi itulah 2016 menurutku.

Terima kasih banyak 2016. Terima kasih karena memberikan jutaan pengalaman mengesankan di tahun ini. Terima kasih juga Tuhan, aku masih diberikan kesempatan bernafas hingga detik ini. Terima kasih karena orang-orang yang aku sayangi dan aku kasihi, masih disini, bersamaku. Semoga ke depannya waktuku dengan mereka akan lebih banyak lagi.
Semoga aku bisa membawa lebih banyak kebahagiaan buat mereka. Terima kasih atas segala pengalaman mengesankan di tahun ini. Bye 2016!

0 comment: